Wednesday, March 13, 2013

Wa Ode: Anis Matta Terlibat Korupsi DPID Rp.250 Miliar

Rabu, 13 Maret 2013 16:47 WIB

Korupsi DPID, Wa Ode Endus Keterlibatan Presiden PKS dan Pimpinan DPR

Novel Martinus Sinaga


Terdakwa anggota banggar DPR Fraksi PAN Wa Ode N di ruang terdakwa Pengadilan Tipikor, Jakarta, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)

Anis Matta, Priyo B Santoso, serta Pramono Anung menerima Rp250 miliar.

JAKARTA, Jaringnews.com - Mantan terpidana kasus dugaan suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Wa Ode Nurhayati menyampaikan, Anis Matta turut mencicipi Dana Alokasi (DPID), saat ia masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan, sebelum didaulat menjadi Presiden PKS beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, selain mengendus nama Anis Matta, Wa Ode juga meyakini adanya keterlibatan para Pimpinan DPR RI serta Pimpinan Badan Anggaran DPR RI diantaranya Ketua DPR Marzuki Ali, Priyo B Santoso, dan Pramono Anung serta mantan ketua banggar DPR, Melchias Markus Mekeng.

"Saya sampai detik ini, menyampaikan apa yang pernah saya sampaikan dan masih konsisten dengan itu," tutur Wa Ode, seusai merampungkan pemeriksaan hari ini, Rabu (13/3) di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Menurut politisi PAN tersebut, berdasarkan fakta persidangan atas kasus yang menjeratnya, harusnya KPK telah menetapkan mereka sebagai tersangka dalam kasus ini karena ada aliran dana yang mereka terima.

"Sebenarnya kasus ini, di fakta persidangan sudah jelas dan wartawan tahu. Bahwa fakta di sidang itu juga jelas dan selama ini saya sampaikan media udah dibenarkan dalam fakta sidang, dan dalam pemeriksaan tadi juga sudah saya sampaikan hal itu (aliran dana)," ujar Wa Ode.

Terkait aliran dana, Wa Ode menyampaikan mantan pimpinan Banggar DPR, Melchias Markus Mekeng pernah menerima dana Rp250 miliar dari proyek DPID. Dia menyebut hal itu sebagai jatah konstitusional. Wa Ode mengetahui keterlibatan Melchias didasari oleh berkas pemeriksaan tenaga ahli Banggar DPR RI Nando.

Dengan mengutip kesaksian Nando, Wa Ode menyatakan empat pimpinan Banggar DPR RI menerima jatah Rp250 miliar. Sedangkan Ketua DPR RI Marzuki Alie menerima Rp300 miliar. Adapun tiga wakilnya, Anis Matta, Priyo B Santoso, serta Pramono Anung menerima Rp250 miliar.
(Nvl / Ara)

http://jaringnews.com/keadilan/tipik...n-pimpinan-dpr


Wa Ode Kembali Ungkap Keterlibatan Pimpinan Banggar DPR
Penulis : Icha Rastika | Rabu, 13 Maret 2013 | 16:15 WIB


Wa Ode Nurhayati, seusai diperiksa sebagai saksi kasus DPID, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Wa Ode Nurhayati kembali mengungkapkan peran pimpinan Badan Anggaran DPR dalam kasus dugaan korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) kepada penyidik KPK. Wa Ode menuding pimpinan Banggar DPR terlibat dalam pengalokasian DPID ke sejumlah daerah tersebut.

Hal ini disampaikan Wa Ode seusai diperiksa KPK selama kurang lebih empat jam sebagai saksi bagi tersangka kasus DPID Haris Surahman, Rabu (13/3/2013). “Ya saya jelaskan, saya sampaikan semua yang pernah saya sampaikan,” kata Wa Ode saat ditanya apakah dia kembali menjelaskan peran pimpinan Banggar DPR.

Adapun pimpinan Banggar DPR yang menjabat saat alokasi DPID ini dibahas adalah Tamsil Linrung (Partai Keadilan Sejahtera), Melchias Markus Mekeng (Partai Golkar), Olly Dondokambey (PDI-P), dan Mirwan Amir (Partai Demokrat). Mengenai aliran dana ke unsur pimpinan Banggar DPR ini, Wa Ode mengaku tidak tahu. “Soal aliran dana, saya tidak tahu karena itu hubungannya soal penegakkan hukum,” ucapnya.

Kepada penyidik, Wa Ode mengaku sudah menjelaskan mengenai sistem dan proses pengalokasian DPID. Politikus Partai Amanat Nasional ini pun kembali mengungkapkan keterlibatan Wakil Ketua DPR Anis Matta dalam kasus DPID ini. Menurut Wa Ode, sebagai unsur pimpinan DPR yang membawahi panitia kerja anggaran, Anis Matta berperan menyetujui alokasi DPID yang dibahas Banggar DPR.

“Saya ditanya lagi dan menjelaskan yang sesuai fakta persidangan itu. Saya, sampai detik ini, menyampaikan semua yang saya tahu soal keterlibatan anggota Banggar,” katanya.

Selain memeriksa Wa Ode, KPK hari ini memanggil mantan pimpinan Banggar, Mekeng untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama. Seusai diperiksa sekitar empat jam, Mekeng hanya menjawab, “Tidak..tidak..” saat diberondong pertanyaan wartawan.

KPK memeriksa Wa Ode dan Mekeng sebagai saksi untuk tersangka DPID Haris Surahman. Adapun Haris merupakan tersangka ketiga kasus dugaan korupsi DPID. Penetapan Haris sebagai tersangka ini merupakan pengembangan penyidikan perkara Wa Ode dan politikus muda Partai Golkar Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq.

Wa Ode divonis enam tahun penjara karena dianggap terbukti menerima uang korupsi DPID dan melakukan tindak pidana pencucian uang. Sementara Fahd divonis dua tahun enam bulan penjara. KPK menduga Haris bersama,-sama Fahd memberikan hadiah uang kepada Wa Ode terkait kepengurusan alokasi DPID untuk sejumlah kabupaten.

http://nasional.kompas.com/read/2013...an.Banggar.DPR


ini pasti pitnah..! ini pasti konspirasi wahyudi, si onis dan mama rika..
Sumber dari http://kask.us/g7FzM oleh .axios

No comments:

Post a Comment