Friday, March 8, 2013

Pasien VIP Dilayani Senyum, Kelas III Dapat Cemberut

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi IX (Komisi Kesehatan) DPR RI Ribka Tjiptaning membeberkan perbedaaan pelayanan rumah sakit (RS) di Indonesia. Ini disebabkan karena RS menggunakan sistem kelas dalam pelayanan kesehatan kepada pasien.

"Kami meminta rumah sakit nanti tanpa pakai kelas, jangan ada lagi kelas VVIP, kelas II, dan seterusnya," kata Ribka dalam diskusi di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Menurut dia ini agar pelayanan rumah sakit baik milik pemerintah dan swasta memberikan pelayanan yang sama kepada pasien.

Sehingga, lanjut politisi PDI-Perjuangan ini, tidak ada lagi penolakan pasien miskin di rumah sakit atau perbedaan dalam pelayanan pasien miskin dan pasien kaya.

"Jangan pasien di VIP yang dilayani dengan senyum saja, sementara kelas dibawahnya tidak," ujar dia.

Ribka mengatakan perlakuan diskriminatif terhadap pasien juga bisa dilihat dari jenis obat yang mahal dan berbeda. Oleh karena itu, Ribka mengatakan maka wajar jika banyak orang miskin harus menemui ajal karena tak mampu membayar.

"Memang masih terjadi komerialiasi RS, dari obat-obatan, pelayanan, dan penanganan oleh dokter terkait. Karena itu masih sering ditemui rakyat miskin tidak mendapat pelayanan dengan baik sampai menemui ajal," katanya.

Di tempat yang sama, Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengakui pelayanan rumah sakit masih terkesan diskriminatif dimana pasien miskin tidak dapat pelayanan memadai.

"Rumah sakit dimanapun di negara liberal sekalipun tidak dibisniskan kecuali di Indonesia. Rumah sakit tidak boleh profit oriented, apalagi rumah sakit umum daerah," kata dia.

Menurutnya, kalau sampai ada RS atau dokter yang menolak pasien, tanpa alasan yang benar dan pasien itu sampai meninggal, maka pihak RS dan dokter bisa dijatuhi sanksi hingga miliaran rupiah.

sumber

Biaya berhubungan dengan pelayanan
Apakah sektor lain tidak demikian
Sumber dari http://kask.us/g7l9I oleh kortikal

No comments:

Post a Comment