Sunday, March 10, 2013

Modal ‘Serangan Fajar’ 7 Maret 2013, Dua Karung Uang Digondol dari Bank Sumut

Gerakan ‘serangan fajar’ salah satu pasangan Cagub Sumut tak berjalan sesuai rencana. Meski dua karung dicurigai berisi uang berhasil lolos jelang pelaksanaan Pemilukada Gubernur Sumut 7 Maret 2013. Aksi diduga melibatkan sejumlah petinggi terhenti akibat tercium oleh salah satu OKP yang sigap siaga di depan gedung bank di pertigaan Jl KH Zainul Arifin Medan.

Medan: Dua karung dicurigai berisi uang tunai berhasil digondol menggunakan dua mobil Panther dari kantor Cabang Utama PT Bank Sumut, Rabu 6 Maret 2013 sekira pulu 232.03 WIB.

Saksi mata menyebutkan, kecurigaannya muncul ketika jelang dinihari itu dia bermaksud menarik uang dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sisi gedung Bank Sumut.

Namun dihalangi kuranglebih 50 orang Satpam yang kelihatannya menjaga ketat gedung Bank Sumut. Saksi mata kemudian menghubungi rekannya pengurus salah satu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Tak lama berselang, 30 kader OKP itu tiba di lokasi.

Suasana terus mencekam dengan pengintaian terang-terangan itu. Informasi diperoleh, ada anggota Tim Sukses (TS) salah satu pasangan Cagub Sumut di dalam gedung Bank Sumut, namun aksi gondol karung diduga berisi uang terhenti.

Pengintaian bubar dan mengetahui, pada sekira Pukul 07.05 WIB Kamis 7 Maret 2013, sejumlah petinggi PT Bank Sumut keluar dari persembunyian mereka di gedung bank itu. Saksi mata yang mengaku kenal menyebut nama brinisial BS (Pimpinan Divisi SDM), IAS (Pimpinan Cabang Utama Medan), ZK (Wakil Pemimpin Cabang Utama) dan sejumlah orang lainnya.

Kategori Gagal

“Kasus ini harus mendapat perhatian serius dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) maupun Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut untuk segera melakukan penelusuran,” tegas Taufan Damanik salah seorang pengamat politik di Sumut.

Taufan melihat, jika benar penggondolan dua karung dicurigai berisi uang itu berhasil lolos tengah malam jelang Pemilukada Gubernur Sumut, tentunya kejadian itu bukan perkara kecil. “Uang siapa yang digondol dan untuk keperluan apa uang sebanyak itu dan harus dibawa keluar bank pada tengah malam, banyak unsur yang perlu ditelusuri,” katanya.

Menurutnya, sekelompok kader salah satu OKP yang mendapat informasi langsung melakukan penjagaan pintu keluar gedung Bank Sumut patut diacungkan jempol. Sehingga, katanya, bila maksud uang sebanyak itu untuk dihambur-hamburkan ke masyarakat pemilih, berarti serangan fajar dimaksudkan telah gagal tak sesuai rencana.

Taufan Damanik yang juga Dosen FISIP USU ini mengatakan pihak Komisaris Bank Sumut yang berfungsi sebagai Pegawas juga harus melakukan pengusutan dan hasinya wajib diumumkan secara terbuka dan disampaikan kepada penegak hukum.

Grafik Transaksi

Sementara diberitakan sebelumnya, aktivitas transaksi Bank Sumut yang mencurigakan juga, 6 Maret 2013 malam. Karenanya aparat hukum, jaksa atau polisi di Sumatera Utara perlu menelusuri aktivitas transaksi mencurigakan itu.

Sumber mengungkapkan grafik transaksi cukup tinggi pada kisaran tengah malam 6 Maret 2013, adalah beberapa jam jelang digelarnya pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur Sumut Periode 2013-2018.

Sumber tidak merinci tentang penyebab meningkatnya grafik aktivitas transaksi itu. Namun muncul indikasi, transaksi itu untuk keperluan salah satu pasangan Cagub Sumut yang tak percaya diri memperoleh dukungan masyarakat pemilih.

Informasi dihimpun Harian Orbit pada hari H pelaksanaan pemungutan suara juga mengungkapkan terjadinya ‘serangan fajar’. Antara lain terjadi di kawasan Kecamatan Percut Seituan, sekitar subuh.

Tanpa sengaja, salah seorang warga mengaku terkejut tentang adanya pembagian uang Rp100 ribu tiap orang. “Saya malas ke TPS di Medan sana, ongkos tak ada, untungnya pun tak ada,” kata sumber. Namun katanya, ada warga di lorong sana menjelaskan kepadanya, pagi 7 Maret 2013 itu ada dua orang naik sepedamotor membagi-bagi uang Rp100 ribu.

Sumber : Batakspot.com
Sumber dari http://kask.us/g7txA oleh rajaenda

No comments:

Post a Comment