Friday, March 15, 2013

Memburu `Surga Dunia` di Kebon Singkong

SUNGGUH tragis dan ironis kelakuan Ny. Karmini, 48,
ini. Di kala suami salat tahajud mencari surga, eh di
kebon singkong dia malah mencari “surga dunia”
dengan oknum polisi. Tapi akibatnya tahu sendiri.
Bripka Bimanyu, 55, yang baru memuaskan istri orang
itu langsung digebuki oleh suami Karmini dan tetangga hingga babak belur. Carilah istri yang seiman (solihah), begitu hadis Nabi
mengajarkan. Sebab istri yang seiman dan salihah
lagi, akan mampu membentuk keluarga menjadi
bahagia. Jelek sedikit atau banyakan tak apalah, yang
penting hatinya. Lebih dari itu, istri yang berwajah
njebemblek, akan menjadikan suami selalu tenang meninggalkannya. Beda dengan bini cantik, apa lagi
tidak salihah, ditinggal meleng sedikit sudah disamber
orang! Agaknya Budiman, 52, saat memilih Karmini jadi
istrinya 25 tahun lalu kurang mempertimbangkan
faktor itu. Baginya, cantik nomer satu dulu,sedangkan
soal agama bisa dididik belakangan. Sebab banyak
juga terjadi, wanita yang tak kenal musola di kala
muda, setelah punya suami soleh, dia jadi rajin beribadah. Kalau mengaji tekunnya bukan main, baca
Qur’an berjus-jus tak merasa capek. Teori Budiman ternyata meleset. Karmini memang
cukup cantik, tapi faktor keimanan masih banyak
diragukan. Sekian puluh tahun jadi istrinya, tidak
menjadikan ibadah sebagai rem perilaku minir.
Artinya, meski suaminya orang yang begitu saleh, dia
masih tega juga main mata dengan lelaki lain. Buktinya, diam-diam sekarang dia punya PIL oknum
polisi bernama Bripka Bimanyu. “Ingat Bleh,
suamimu begitu alim kok kamu dzolim….,” begitu
hati nurani selalu mengingatkan. Tapi agaknya setan lebih dominan dalam jiwa Ny.
Karmini. Setan selalu mengajaknya untuk
mempertajam aksi selingkuhnya bersama oknum
polisi. Makanya, meski suaminya nyaris jadi ustadz
dia tak surut mengembangkan budaya mesumnya.
Bahkan di kala Budiman menjalankan salat malam, pelung itu digunakan untuk kencan dengan Bripka
Bimanyu yang tinggal di tetangga desa. Seperti yang terjadi belum lama ini. Pukul 02.00
dinihari Budiman menjalankan salat tahajud dengan
khusuknya, eh…..Karmini malah menyelinap keluar
untuk ketemu Bimanyu yang sudah menunggu di luar.
Entah mau apa mereka, sambil mengendap-endap
malah masuk ke kebon singkong belakang rumah. Hampir pukul 03.00 Budiman baru turun dari tempat
pesalatan. Ketika masuk kamar, lho…..kok istrinya tak
ada? Ke mana saja dia malam-malam begini? Merasa
tak enak hati, dia lalu mencarinya keluar. Eh….tiba-
tiba mendengar suara sayup-sayup sampai di kebon
belakang rumah, berasal dari dua makhluk berlainan jenis kelamin. Tak lama kemudian terdengar pula
sejumlah kebon singkong bergerak-gerak. Dengan penasarn lelaki warga Desa Bantal,
Kecamatan Bancak, Salatiga ini mendekati. Makin
mendekat kok terdengan suara mendesah-desah
istrinya, dan tak lama kemudian melenguh panjang
sepertinya sedang orgasme. Kontan saja Budiman
menyalakan senter Eveready batu tiga. Masya Allah, di situ terlihat Karmini istrinya telanjang bulat mandi
keringat bersama lelaki tak dikenal. “Maling,
maling….,” ujarnya sambil menggebuk lelaki itu
dengan kepala senter. Bripka Bimanyu mencoba kabur. Tapi berkat teriakan
maling warga langsung kompak keluar. Walhasil
Bimanyu yang menyu (kurang ajar) itu berhasil
ditangkap ramai-ramai dan digebuki sampai babak
belur. Selanjutnya dia diserahkan ke Polsek Bringin
Salatiga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Milih PIL polisi, “tembakan”-nya lebih akurat,
Barangkali. Sumber: m.poskotanews.com/2013/02/15/memburu-surga-dunia-di-kebon-singkong

PONGASIISME sudah merakyat
Sumber dari http://kask.us/g7IWk oleh nucleartoiran

No comments:

Post a Comment