Wednesday, March 6, 2013

Demo Listrik Tarakan Rusuh

Ribuan Warga Demo Tuntut Kompensasi

PEMADAMAN listrik hingga 8 jam tiap hari membuat masyarakat Tarakan beraksi. Pagi ini (6/3) sekitar pukul 10.00 Wita, masyarakat akan menyuarakan sulitnya hidup di tengah krisis listrik melalui aksi demo yang dipusatkan di dua titik. Yakni gedung DPRD di Jalan Jenderal Sudirman, dan kantor walikota.

Ketua TPMKT (Tim Peduli Masyarakat Kota Tarakan), Safri Is mengklaim, sekitar 5 ribu warga akan berdemo. Ia memastikan seluruh koordinator lapangan (korlap) yang membawahi ribuan massa tersebut telah menyatakan kesiapan menggelar aksi hari ini. “Ada 40 Korlap, termasuk dari mahasiswa,” sebut Safri, kemarin (5/3).

Ia menegaskan, aksi ini spontanitas masyarakat. “Jadi tidak ada unsur paksaan karena tingkat kejenuhan (akibat krisis listrik, Red.) sudah ada,” bebernya.

Meski ribuan massa akan turun jalan, Safri memastikan, penyaluran aspirasi akan dilakukan secara santun. Namun aksi ini akan dilakukan bukan hari ini saja, sebelum aspirasi masyarakat dipenuhi. Yaitu adanya kompensasi akibat pemadaman listrik yang terjadi. Sebab, pemberian kompensasi itu merupakan kesepakatan yang melewati perjuangan tidak gampang. “Kesepakatan itu sudah dibuat berdasarkan Perwali Nomor 5 Tahun 2012,” sebutnya.

Selain menuntut kompensasi, kepastian listrik akan normal kembali turut dipertanyakan yang dibuktikan dengan fakta, bukan janji-janji belaka.

“Kedua, tidak akan membayar PLN selama 3 bulan berturut-turut apabila krisis listrik tidak bisa selesai,” tegas Safri.

Polres Tarakan sendiri menyatakan siap mengamankan jalannya demo pagi ini. Kapolres AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui juru bicaranya Ipda Kamson Sitanggang menyampaikan, akan mengerahkan sekitar 100 personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka.

Walau demikian, kata Kamson, 2/3 kekuatan Polres Tarakan dalam kondisi siap diturunkan. Begitu pula dengan personel TNI juga siap diturunkan, jika dibutuhkan. “Kita lihat dulu keadaan eskalasinya,” sebutnya.

Selain mengamankan jalannya demo, sejumlah polisi juga disiagakan di objek-objek vital seperti kantor PLN di Jalan P. Diponegoro, Gunung Belah. “Kami menempatkan personel di objek vital,” kata Kamson lagi.

Selain itu, polisi juga akan ditempat di titik rawan macet dengan adanya aksi ini seperti perempatan depan Grand Tarakan Mall (GTM), putaran depan gedung Gita Jalatama, dan Jalan Jenderal Sudirman (depan gedung DPRD Tarakan).(ipk/*/ule/ris/c1)

sumber : http://www.radartarakan.co.id/index....il/Utama/32699

dari status temen2 tadi pagi, katanya kantor PLN sempet dirusak massa. sekarang giliran massa menuju kantor walikota, moga2 aja rusuhnya gak separah tahun2 sebelumnya. mgkn ini puncak dari amarah warga yg mengalami pemadaman bergilir
Sumber dari http://kask.us/g7gMG oleh Nambi

No comments:

Post a Comment