Saturday, March 16, 2013

Anas - tokoh muda, tampan, penuh kharisma, misterius

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah beberapa memeriksa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam beberapa kasus, seperti Hambalang dan simulator SIM.

Ada yang menarik ketika Anas menyambangi lembaga antikorupsi tersebut. Anas tidak pernah terlihat tegang saat hadir ke KPK.



Anas Urbaningrum diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri 2011. Dicecar penyidik, Anas mengucapkan sumpah dan dua kalimat syahadat bahwa dia tidak mengetahui kasus simulator SIM.

"Saya memberikan keterangan di bawah sumpah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat," ujarnya selesai diperiksa untuk Irjen Pol Djoko Susilo, Jumat (15/3).



Anas memiliki kebiasaan berbeda dengan saksi dan tersangka lainnya yang diperiksa KPK. Setiap selesai pemeriksaan, Anas selalu memberi keterangan sambil duduk di tangga depan pintu masuk Gedung KPK.

Dengan mimik tenang, Anas menjelaskan kepada awak media seputar pemeriksaannya. Anas menjawab satu persatu pertanyaan wartawan.



Setiap datang ke KPK, Anas tidak sendiri. Tim hore selalu menemani Anas ke KPK. Tim hore terdiri dari para kader Demokrat dan simpatisan ormas Islam memberikan dukungannya untuk Anas. Bahkan saat istrinya, Athiya Laila diperiksa, tim hore pun juga ikut menemani.

Tim hore kader Demokrat yang selalu menemani Anas diantaranya Wasekjen Demokrat Saan Mustopa, Gede Pasek, Deny Kailimang, Herman Khaeron.



Anas Urbaningrum dikenal sosok yang hangat dan suka bercanda. Begitu pun juga saat diperiksa KPK. Saat memenuhi panggilan KPK sebagai saksi untuk Irjen Djoko Susilo, Anas sempat berkelakar soal SIM.

"Kalau SIM saya tahu. Saya pernah ujian SIM itu. Tapi enggak pernah pakai simulator," kata Anas kepada wartawan di Gedung KPK, Jumat, (15/3).

Atas jawaban Anas, para wartawan dan tim hore tertawa. Anas kemudian melenggang masuk ke Gedung KPK.



Ditanya Ibas terima USD 200.000, Anas tersenyum penuh misteri.

Usai bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, mengaku Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pernah menerima uang sebesar USD 200.000 dari perusahaannya.

Uang itu diberikan kepada putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat pelaksanaan Kongres Partai Demokrat di Bandung, 2010 silam.

Ditanya soal pengakuan Yulianis, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum hanya tersenyum. Anas meminta para wartawan untuk menanyakan hal itu langsung kepada Ibas.

"Tentu yang ditanya bukan saya, tanyakan langsung ke Ibas," kata Anas usai diperiksa KPK sebagai saksi kasus simulator SIM, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/3).

Saat ditanya wartawan soal pemberian uang dolar kepada Ibas itu terkait suksesi salah seorang calon ketua umum saat itu, Anas lagi-lagi hanya tersenyum dan langsung meninggalkan Gedung KPK.

(sumber)


Emang luar biasa tokoh kita ini.......
Selalu tenang dalam setiap keadaan
Sumber dari http://kask.us/g7PFT oleh alay.kontay

No comments:

Post a Comment