Tuesday, March 5, 2013

Ahok Cerita Pabriknya yang Untung US$ 150 Ribu/Bulan Tutup karena Pejabat

Jakarta - Wagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) menerima perwakilan buruh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang berdemonstrasi. Ahok lantas bercerita mengenai pabriknya yang meraup keuntungan US$ 150 ribu per bulan harus ditutup karena kata-kata pejabat yang arogan.

"Bapak cari se-Indonesia, cari pengusaha se-gendheng saya, susah Pak. Bisa hitungan jari. Saya jadi pejabat juga karena berantem sama pejabat lain. Pabrik saya yang untung US$ 150 ribu harus ditutup karena gengsi saya sama pejabat yang bilang, 'Pabrik Anda ditentukan nasibnya oleh saya, Anda terlalu sombong'," kata Ahok.

Hal itu disampaikan dia saat menemui beberapa perwakilan buruh KSBSI di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2013).

"Itu kata pejabat yang ngomong sama saya, saya putuskan mau saya 'tonjok pejabat itu dengan konsekuensi pabrik saya dicopot'. Pabrik saya tutup sampai hari ini, dari 2001," cerita Ahok dengan gaya khasnya yang berapi-api.

Oleh karena itu, imbuhnya, tahun 2003, dia memutuskan untuk masuk politik. Tujuannya, memberikan 'pelajaran' pada para pejabat yang kurang ajar.

"Untuk hajar pejabat-pejabat yang kurang ajar yang tekan pengusaha. Dan sampai hari ini, pabrik saya tutup. Bapak boleh cek di Belitung Timur, boleh cek di website saya. Di website saya ada pabrik saya, sampai hari ini lengkap saya gaji orang untuk tungguin. Ini bicara tentang harga diri," imbuhnya.

Sebenarnya, ayahanda Ahok sempat menasihati agar tak lupa dengan pepatah Tiongkok kuno: 'Orang miskin jangan lawan orang kaya, orang kaya jangan nentang pejabat'. Namun Ahok tak mau menurut saja karena merasa harga dirinya diinjak-injak.

"Biarin Pak, saya rela bangkrut, asal jangan diinjak-injak. Kalimatnya yang saya nggak suka. Makanya, saya paham sekali kondisi Bapak. Saya kerja juga saya bayar orang, makanya saya paham. Ini untung US$ 150 ribu lho tiap bulan dengan harga kurs Rp 14 ribu. Makanya saya bisa beli truk, Mercedes, segala macam cash. Masih muda lagi waktu itu," celoteh Ahok.

Bila ada pengusaha yang membayar buruh di bawah Kebutuha Hidup Layak (KHL), imbuhnya, dirinya bisa mengerti. Ahok akan melawan pengusaha yang menzalimi hak karyawannya.

"Tapi kalau mereka kasih Bapak gaji di bawah KHL, saya lawan. Kalau di bawah KHL berarti kamu menjadikan bangsa kami budak. Kita bukan budak, kita punya harga diri dan otoritas, ini yang harus diperjuangkan," tegas Ahok.

Beberapa perwakilan buruh itu diam mendengarkan cerita Ahok.

sumber

tu buruh kaya didongengin aja, langsung pada diem...
Sumber dari http://kask.us/g690t oleh satoe.djiwa

No comments:

Post a Comment