Friday, March 15, 2013

Aher : Kalau Harga Bawang Mahal Biarkan Saja

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai kenaikan harga bawang merah yang terjadi pekan ini tidak akan mengganggu ketahanan pangan di Jabar.
Menurutnya, bawang merah adalah salah satu hasil pertanian yang terbilang elastis atau harganya bisa naik turun dalam kondisi tertentu.
"Jadi kalau mahal biarkan saja, itu kan barang pertanian yang sifatnya elastis," ujarnya di acara Rapat Koordinasi Pembangunan Kehutanan di Bandung, Kamis (14/3).
Dia menilai, kenaikan bawang merah mungkin akan berpengaruh banyak pada inflasi di Jabar bulan ini. "Kalaupun inflasi tidak akan menyebabkan goncangan pangan, kalau beras yang naik itu bisa," katanya.
Aher meminta petani bawang merah lokal untuk memprioritaskan memasok bawang pada pasar lokal. Menurutnya, kenaikan ini akan berdampak baik bagi para petani bawang merah di Jabar.
Jika keran impor bawang dibuka, tuturnya, petani pasti rugi. Menurutnya, hal ini seperti kasus impor cabai merah yang harganya naik tapi saat dibuka kran impor jumlahnya malah kebanyakan. Heryawan sekali lagi meyakinkan jika kenaikan bawang merah tidak akan menyebabkan goncangan berarti.
"Jadi, masyarakat diminta tenang."

sumber

Gubernur Jabar Santai Tanggapi Kenaikan Bawang Merah

BANDUNG - Kenaikan harga bawang merah baru-baru ini dinilai tidak akan menguncang ketahanan pangan di Jawa Barat (Jabar). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, kenaikan harga bawang merah memang memicu terjadinya inflasi di Jabar. Tetapi dampaknya tidak akan sebesar inflasi yang ditimbulkan komoditi beras.

"Jika inflasi tidak akan menyebabkan guncangan pangan, beda dengan beras," tandas Heryawan, di Bandung, Kamis (14/3/2013).

Menurutnya, bawang merah sebagai hasil pertanian yang bersifat elastis. Harganya bisa naik turun kapan pun. Kepada para petani bawang merah lokal, ia meminta supaya memprioritaskan pasokan bagi kebutuhan pasar lokal.

Memang kenaikan bawang merah berdampak terhadap petani bawang merah di Jabar. Maka salah satu solusinya dibukanya keran import bawang. Seandainya impor dilakukan, Heryawan berharap jumlah impornya tidak terlalu besar. Sehingga, masuknya bawang impor tidak membanting harga bawang yang dihasilkan petani bawang.

"Jangan sampai kaya impor cabai merah, kebanyakan jadi cabai kita murah. Itu merugikan petani," pungkasnya.(wan)

sumber

yah alamat makan nasi uduk tanpa bawang goreng nih.
Sumber dari http://kask.us/g7JLl oleh mbia

No comments:

Post a Comment