Friday, February 22, 2013

Nova R : KJS Jokowi Seharusnya dilaksanakan sesudah APBD cair.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Kritik KJS: Kader Kesehatan Tersihir Jokowi
Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf menilai ketidaksiapan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) akibat kader kesehatan Pemprov DKI tidak kritis terhadap Jokowi. Ketidaksiapan KJS ini berbuntut pada kasus balita yang tak terawat.

"Problemnya, kader-kader kesehatan juga tersihir 'magisme' sosok Jokowi, jadi kalau ketemu mungkin lupa laporan, lupa diskusi," tulis Nova dalam keterangannya, Rabu (20/2/2013).

Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Noriyu ini menyatakan, Kartu Jakarta Sehat (KJS) membuat pasien rumah sakit membludak. Ini lantaran pasien yang tidak miskin bisa mengaku miskin demi mendapat pelayanan kesehatan KJS.

"Bahkan, banyak warga yang mengaku miskin karena minimnya pengawasan pemerintah," imbuh Noriyu.

Kebijakan KJS Pemprov DKI dinilai prematur. Seharusnya, KJS dilaksanakan sesudah APBD cair. Dengan demikian, infrastruktur yang mendukung bisa lebih siap.

"Kebijakan diberlakukan setelah ada sosialisasi, kesiapan infrastruktur, seperti sumber daya manusia (SDM), alat kesehatan, sistem rujukan, dan lain-lain. Pak Jokowi harusnya sudah jelas dulu ini semua," kritik Noriyu.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa pelayanan kesehatan warga DKI tidak bisa ditunda lagi. KJS, menurut Jokowi, dibutuhkan mayoritas warga DKI.

"Masak, KJS saya undur setahun, padahal masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan itu 70 persen masyarakat. Artinya KJS memang dibutuhkan masyarakat," kata Jokowi di Balai Kota, Selasa (19/2/2013) kemarin.

(ndr/mad)

Nunggu apbd cairr...? Orang sakit gak bisa ditunda non..., dilayani aja masih disalahahin apalagi Gak dilayani karena apbd blm cair, pasti juga disalahin... Iki kareppe opo to..., gimana menurut kaskuser anggota dewan ini..?
Sumber dari http://kask.us/g6BG3 oleh masmismus

No comments:

Post a Comment