Thursday, January 31, 2013

Dua Jenis Rupiah untuk Masa Transisi Redenominasi

Mudah2an ga ...

Maaf ini berita lama..tapi kelihatannya menarik..

Jakarta - Proses penyederhanaan nilai mata uang alias redenominasi rupiah kini menjadi konsentrasi pemerintah dalam skala nasional. Kajian bank sentral menjadi dasar untuk implementasi penyederhanaan nilai rupiah tersebut. Salah satunya adalah penggunaan dua mata uang pada masa transisi redenominasi.

Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmodjo mengakui dalam kajian BI, proses transisi nanti akan menggunakan dua mata uang, yakni mata uang rupiah redenominasi dan mata uang yang saat ini berlaku.

"Inisiasi BI seperti itu benar. Karena dampak nasional sangat luas dalam proses redenominasi maka sejak beberapa bulan lalu merupakan domain pemerintah. Semua persiapan dan langkah ada di pemerintah," jelas Ardhayadi kepada detikFinance, Rabu (7/12/2011).

Dalam studinya, bank sentral memaparkan pada masa transisi akan digunakan dua penilaian atau dua kuotasi yang tertuang dalam undang-undang.

"Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru," jelas BI.

Misalnya, di toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, kalau harga barangnya Rp 10.000 maka akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru.

"Pada masa transisi tersebut maka akan berlaku kedua-duanya rupiah baru dan rupiah lama. Masyarakat boleh bebas memilih," demikian kajian BI.

"Misalkan lagi kalau beli sepatu harga Rp 300.000 maka kita bisa bayar pakai uang rupiah baru Rp 300 atau tetap rupiah lama Rp 300.000. Nanti pun uang rupiah baru akan dicetak atau dicap bertandakan rupiah baru,"

Hal tersebut akan berlaku di seluruh wilayah termasuk ke pedagang kaki lima. "Masa transisi ini dilakukan selama 3 tahun. Nah, untuk pencetakan uang baru hanya dilakukan jika uang lama sudah tidak lagi layak pakai jadi uang yang beredar tetap saja di masyarakat," jelasnya.

Bank sentral merasa perlu melakukan redenominasi karena seperti kita ketahui uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun, tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

Sumber Disini
Sumber dari http://kask.us/g5n1N oleh induk_semang

No comments:

Post a Comment